Croissant Matcha

Pertemuan antara adonan mentega klasik Prancis dengan budaya teh Jepang. Matcha (bubuk yang digiling dari daun teh yang ditudungi) tidak hanya memberikan warna hijau cerah pada kue, tetapi juga kaya akan antioksidan dan rasa umami. Teh juga dimasukkan ke dalam adonan dan isian, sehingga aroma khas, segar, dan berumput dapat dirasakan di setiap lapisan, yang diperlembut oleh manisnya mentega.
🕒 Persiapan 1 jam 30 menit
🍳 Memasak 20 menit
Total Waktu 1 jam 50 menit
🍽️ Porsi 8 porsi
🔥 Kalori 420 kkal
🌍 Masakan Fusi Prancis-Jepang

Bahan-bahan

Peralatan yang Dibutuhkan

  • Penggiling adonan
  • Kuas
  • Pengocok (untuk krim)
  • Ayakan

Informasi Alergen

⚠️ Gluten
⚠️ Susu
⚠️ Telur

Cara Membuat

1

Aktifkan ragi dalam susu hangat bergula.

Tips: Jika tidak berbusa di atasnya setelah 10 menit, raginya tidak bagus, jangan digunakan.
2

Campur tepung dengan garam dan 10g bubuk matcha (agar warnanya hijau cantik). Tambahkan susu ragi dan satu telur. Uleni menjadi adonan halus.

Tips: Ayak bubuk matcha ke dalam tepung agar tidak ada gumpalan hijau yang pahit.
3

Kembangkan adonan selama 1 jam, lalu dinginkan. Bungkus mentega dingin ke dalam adonan, dan lakukan pelipatan (laminasi) 3 kali, dengan pendinginan di antaranya.

Tips: Pendinginan sangat penting agar mentega tetap dalam lapisan dan tidak menyatu dengan adonan.
4

Buat krim: kocok krim dingin menjadi busa kaku dengan gula halus dan sisa 5g bubuk matcha.

Tips: Krim harus sangat dingin untuk dikocok (kristalisasi butiran lemak).
5

Giling adonan, potong menjadi segitiga. Olesi tipis dengan krim matcha (jangan terlalu tebal agar bisa digulung), dan bentuk croissant.

Tips: Isian tidak boleh sampai ke tepi, jika tidak akan meleleh keluar.
6

Kembangkan lagi di loyang selama 30 menit, olesi dengan telur, dan panggang pada suhu 180°C selama 18-20 menit.

Tips: Karena matcha, adonan mungkin terlihat lebih gelap, perhatikan warna cokelat keemasan di tepinya.
7

Sebelum disajikan, taburi dengan campuran gula halus dan bubuk matcha.

Tips: Lakukan penaburan tepat sebelum disajikan, karena gula halus dapat menyerap kelembapan udara.

FAQ Resep

Mengapa adonannya tidak berwarna hijau?
Mungkin Anda memasukkan terlalu sedikit bubuk matcha, atau kualitasnya rendah (warna matcha tahan panas lebih stabil).
Krimnya menjadi pahit.
Anda menggunakan terlalu banyak bubuk matcha, atau memasukkannya ke dalam krim yang terlalu panas (tehnya gosong).

Bahan

  • 500 g Tepung terigu (BL55)
  • 250 ml Susu (hangat)
  • 25 g Ragi segar
  • 5 g Gula pasir
  • 5 g Garam
  • 250 g Mentega (dingin, untuk laminasi)
  • 1 buah Telur (untuk adonan)
  • 1 buah Telur (untuk olesan)
  • 15 g Bubuk matcha (10g di adonan + 5g di krim)
  • 50 ml Krim kental (heavy cream)
  • 20 g Gula halus