- Mengapa dumpling menjadi keras?
- Anda memasukkan terlalu banyak tepung atau tepung roti, atau memasaknya terlalu lama. Dumpling harus lunak saat mentah.
- Hancur di dalam sup, apa masalahnya?
- Adonan terlalu lunak, atau sup mendidih terlalu kuat. Selalu lakukan tes cetak dengan satu buah! Jika hancur, tambahkan sedikit remah roti lagi.
Sup Dumpling Hati
Sup dumpling hati adalah pembuka elegan untuk makan siang hari Minggu. Banyak yang takut hati, tetapi dalam bentuk ini, dilonggarkan dengan roti gulung dan diberi wangi rempah (marjoram, lada), rasa hati yang kuat menjadi jinak. Dumpling hati yang baik tidak keras seperti batu, tetapi juga tidak hancur: bergetar dan ringan. Rahasianya terletak pada pengerikan hati (atau penggilingan sangat halus) dan pengistirahatan adonan.
Bahan-bahan
Peralatan yang Dibutuhkan
- Talenan, pisau (atau chopper pisau untuk hati)
- Panci untuk sup
- Dua sendok makan untuk mencetak
Informasi Alergen
Cara Membuat
Kerik hati dengan pisau, atau haluskan di chopper pisau sampai benar-benar halus.
Tumis bawang cincang halus dengan lemak/minyak, tambahkan bawang putih cincang, lalu dinginkan.
Campur hati, roti yang sudah diperas, telur, bawang goreng, marjoram, garam, dan lada.
Tambahkan tepung panir secukupnya agar mendapatkan massa yang lunak tapi bisa dibentuk. BIARKAN SELAMA 15 menit!
Sementara itu, didihkan kaldu dengan sayuran yang diiris, dan masak sayuran hingga setengah matang.
Celupkan dua sendok ke dalam sup panas, dan cetak dumpling ke dalam sup yang mendidih perlahan. Masak dengan api kecil sekitar 10-15 menit.
Sebelum disajikan, taburi dengan peterseli segar.
FAQ Resep
Bahan
- 250 g Hati ayam (dibersihkan)
- 1 buah Roti kering (direndam air dan diperas)
- 1 butir Telur
- 1 buah Bawang bombay
- 1 siung Bawang putih
- 3 sdm Tepung panir (secukupnya)
- 1 sdm Minyak atau mentega
- 1 sdt Marjoram
- 1.5 liter Kaldu daging atau sayuran
- 2 buah Wortel
- 1 buah Lobak putih / Parsnip
- 1 ikat Peterseli
- 1 jumput Garam, lada