Croissant vanila Denmark

Meskipun croissant berasal dari Prancis, 'Wienerbrød' (roti Wina), yang dikenal dunia sebagai pastry Denmark, adalah puncak dari adonan mentega yang dilipat. Inti dari teknik ini adalah 'laminasi': lapisan mentega dan lapisan adonan bergantian. Dalam panas oven, air dalam mentega berubah menjadi uap, dan karena tidak bisa menembus lapisan lemak, ia memisahkan adonan. Inilah yang menciptakan ratusan lapisan tipis dan renyah. Karamelisasi vanila dan gula membentuk semacam 'kulit gula' internal di bagian dalam yang lembut.
🕒 Persiapan 3 jam
🍳 Memasak 18 menit
Total Waktu 3 jam 18 menit
🍽️ Porsi 8 porsi
🔥 Kalori 480 kkal
🌍 Masakan Denmark

Bahan-bahan

Peralatan yang Dibutuhkan

  • Gilingan adonan
  • Kertas roti
  • Kuas untuk mengoles
  • Pisau tajam atau pemotong pizza

Informasi Alergen

⚠️ Gluten
⚠️ Susu
⚠️ Telur

Cara Membuat

1

Siapkan adonan dasar: Dalam susu hangat, campurkan sesendok gula, remas ragi ke dalamnya, dan biarkan aktif selama 10 menit.

Tips: Jamur ragi memakan gula dan membutuhkan panas untuk aktif. Jika tidak berbusa, mulailah lagi, karena ragi tidak aktif.
2

Ayak tepung ke dalam mangkuk, campurkan garam dan sisa gula di dalamnya. Tambahkan susu ragi dan vanila, lalu uleni menjadi adonan yang halus dan elastis.

Tips: Pengulenan menyeluruh penting untuk pembentukan kerangka gluten, yang nantinya akan menahan gas. Permukaan adonan harus halus.
3

Tutup adonan, dan istirahatkan pada suhu ruang selama 30 menit, lalu masukkan ke kulkas selama 30 menit lagi.

Tips: Pendinginan sangat penting: adonan dasar dan mentega harus memiliki suhu dan konsistensi yang sama untuk pelipatan.
4

Letakkan mentega dingin di antara dua kertas roti, dan pukul dengan gilingan adonan hingga membentuk persegi sekitar 20x20 cm. Masukkan kembali ke kulkas sampai keras tapi bisa ditekuk.

Tips: 'Plastisitas' mentega adalah kuncinya: jika terlalu keras, patah di dalam adonan; jika terlalu lunak, meleleh keluar.
5

Gilas adonan dingin hingga dua kali ukuran lempengan mentega. Letakkan mentega di tengahnya, dan bungkus dengan adonan, seolah menutup amplop. Cubit pinggirannya.

Tips: Pastikan tidak ada udara yang tertinggal di antara mentega dan adonan.
6

Gilas adonan menjadi persegi panjang panjang (hanya gilas ke arah memanjang!), lalu lipat menjadi tiga, seperti surat (lipatan single). Bungkus dengan plastik, dan masukkan ke kulkas selama 30 menit.

Tips: Selama istirahat, serat gluten menjadi rileks (relaksasi), sehingga adonan tidak akan kembali menyusut saat digilas.
7

Ulangi penggilingan dan pelipatan dua kali lagi, dengan pendinginan 30 menit di setiap putaran. (Total 3x3 lapisan).

Tips: Setiap kali menggilas, putar adonan 90 derajat agar kerangka gluten menguat ke segala arah.
8

Setelah istirahat terakhir, gilas adonan setebal 4-5 mm. Potong menjadi segitiga memanjang. Taburkan gula vanila di permukaannya.

Tips: Gunakan pisau tajam dan potongan tegas, jangan 'menggergaji' adonan, karena itu akan menekan lapisan.
9

Gulung segitiga dari ujung lebar ke arah puncak, sedikit tarik puncaknya. Letakkan di loyang beralas kertas roti, dengan puncak di bagian bawah.

Tips: Jika puncak tidak di bawah, croissant bisa 'terbuka' saat dipanggang.
10

Tutup longgar, dan biarkan mengembang pada suhu ruang (maks 25°C!) sekitar 1 jam, sampai gemetar dan gemuk.

Tips: Jika terlalu panas, mentega akan meleleh di antara lapisan dan struktur berlapis akan rusak. Lebih baik mengembang perlahan.
11

Olesi dengan telur (hanya bagian atas, jangan sampingnya, karena akan merekatkan lapisan!), dan panggang pada suhu 190°C selama 15-18 menit, hingga berwarna cokelat keemasan tua.

Tips: Jangan buka pintu oven dalam 10 menit pertama, karena adonan bisa kempis.
12

Biarkan dingin di rak, lalu taburi gula halus.

Tips: Pendinginan di rak mencegah bagian bawah menjadi lunak kembali karena uapnya sendiri.

FAQ Resep

Mengapa mentega meleleh keluar saat dipanggang?
Entah Anda tidak cukup mengistirahatkannya, atau mengembangkannya di tempat yang terlalu hangat. Titik leleh mentega rendah, jika meleleh sebelum dipanggang, akan mengalir keluar dari adonan alih-alih membuat lapisan.
Mengapa menjadi padat seperti roti?
Kemungkinan Anda 'membunuh' lapisan-lapisannya: menggiling terlalu kuat, atau mentega terlalu hangat dan meleleh ke dalam adonan saat diuleni.

Bahan

  • 500 g Tepung terigu (BL55)
  • 25 g Ragi segar
  • 50 g Gula pasir
  • 10 g Garam
  • 250 ml Susu hangat
  • 250 g Mentega (min. lemak 82%, dingin)
  • 1 butir Telur (untuk olesan)
  • 10 ml Ekstrak vanila
  • 50 g Gula vanila (untuk taburan)
  • 20 g Gula halus (untuk hiasan)