Bao Bun Bebek Renyah

'Gua Bao' adalah mahakarya masakan Taiwan, di mana roti kukus berbentuk daun teratai memeluk isiannya. Mengukus (100°C) pada dasarnya berbeda dari memanggang: karena tidak ada suhu tinggi, tidak terjadi pencoklatan (reaksi Maillard) di permukaan adonan, sehingga tetap seputih salju, lembut, dan berasa netral. Kenetralan ini adalah kanvas yang sempurna untuk bebek yang dipanggang renyah, asin-manis. Rahasia kerenyahan kulit bebek adalah 'start dingin': dengan cara ini lemak meleleh perlahan, dan kulit menjadi wafer tipis dan renyah.
🕒 Persiapan 40 menit
🍳 Memasak 30 menit
Total Waktu 2 jam 20 menit
🍽️ Porsi 4 porsi
🔥 Kalori 550 kkal
🌍 Masakan Tionghoa / Fusi

Bahan-bahan

Peralatan yang Dibutuhkan

  • Kukusan bambu (atau kukusan logam)
  • Wajan (sebaiknya beralas tebal untuk memanggang bebek)
  • Kertas roti
  • Talenan

Informasi Alergen

⚠️ Gluten
⚠️ Kedelai
⚠️ Wijen

Cara Membuat

1

Membuat adonan: uleni tepung, ragi, gula, dan air dalam mangkuk. Uleni sampai mendapatkan bola yang halus dan lembut. Tutup, dan biarkan mengembang 1 jam.

Tips: Untuk adonan bao, tepung protein rendah (kue) lebih baik karena memberikan hasil yang lebih lembut dan lebih putih daripada tepung roti.
2

Memanggang bebek (cold sear): kerat kulit dada bebek (hanya kulitnya, jangan potong dagingnya!). Letakkan di wajan DINGIN dengan kulit menghadap ke bawah. Nyalakan api sedang. Panggang seperti ini selama sekitar 10-12 menit, sambil terus membuang lemak yang meleleh.

Tips: Jika kamu memasukkannya ke dalam wajan panas, kulit akan menyusut dan gosong sebelum lemak sempat keluar dari bawahnya. Start dingin menjamin kulit yang tipis dan renyah.
3

Membalik dan mengistirahatkan bebek: balik bebek, dan panggang sisi dagingnya selama 2-3 menit lagi (agar tetap rosé). Angkat dari wajan, dan istirahatkan di talenan setidaknya selama 10 menit.

Tips: Selama pemanggangan, cairan daging lari ke tengah daging menjauhi panas. Selama istirahat, cairan ini mengalir kembali di antara serat-serat, membuat daging menjadi *juicy*.
4

Membuat glasir: tuangkan kecap asin, madu, minyak wijen, dan bumbu ngohiong ke sisa panggangan di wajan (jika tidak gosong). Didihkan menjadi saus kental.

Tips: Campuran lima rempah (bunga lawang, kayu manis, cengkeh, adas, lada sichuan) memberikan karakter Tiongkok yang khas.
5

Membentuk dan mengukus bao: bentuk 8 bola dari adonan yang sudah mengembang, pipihkan menjadi oval. Olesi dengan minyak, lipat dua (letakkan kertas di antaranya jika ingin memastikan), dan kukus di atas kertas roti selama 10-12 menit. Jangan buka tutupnya!

Tips: Dalam uap, volume adonan meningkat, strukturnya memadat. Pendinginan tiba-tiba (melepas tutup) dapat merusak struktur busa.
6

Penyusunan: iris tipis bebek yang sudah diistirahatkan. Gulingkan dalam glasir kental. Isi ke dalam bao bersama mentimun dan bawang.

Tips: Efek pendinginan dari mentimun segar sangat penting untuk mendampingi bebek yang berbumbu dan berlemak.

FAQ Resep

Mengapa daging bebek menjadi alot?
Kamu memanggangnya terlalu lama, atau tidak cukup mengistirahatkan daging. Bebek harus dipanggang dengan api sedang, lalu diistirahatkan agar serat-seratnya mendapatkan kembali kadar airnya.
Adonan bao tetap lengket setelah dikukus.
Kemungkinan air kondensasi menetes dari tutupnya. Selalu letakkan kain dapur di bawah tutup, atau gunakan kukusan bambu yang menyerap kelembapan.

Bahan

  • 300 g Tepung terigu (protein rendah, misal tepung kue)
  • 1 sdt Ragi instan
  • 20 g Gula pasir
  • 160 ml Air hangat
  • 1 sdm Minyak (untuk olesan adonan)
  • 2 buah Dada bebek (dengan kulit)
  • 2 sdm Kecap asin
  • 1 sdm Madu
  • 1 sdt Bawang putih (dihaluskan)
  • 1 sdt Minyak wijen
  • 1 sdt Bumbu ngohiong (five spice)
  • 1 buah Mentimun jepang (potong korek api)
  • 2 batang Daun bawang (potong korek api)