Focaccia Wasabi dan Wijen Jepang

Focaccia pada dasarnya adalah "kanvas" Italia yang mampu menerima cita rasa apa pun. Dalam versi ini, kami menggunakan dua elemen ikonik masakan Jepang: wasabi yang pedas seperti lobak dan aroma kacang berminyak dari biji wijen panggang. Kekuatan wasabi melunak saat dipanggang, dan hanya meninggalkan aftertaste yang menyenangkan dan pikun, yang sangat harmonis dengan manisnya roti. Pendamping istimewa untuk sup Asia atau makan malam sushi.
🕒 Persiapan 15 menit
🍳 Memasak 25 menit
Total Waktu 1 jam 55 menit
🍽️ Porsi 8 porsi
🔥 Kalori 270 kkal
🌍 Masakan Jepang

Bahan-bahan

Peralatan yang Dibutuhkan

  • Mangkuk adonan
  • Loyang
  • Kain dapur
  • Kuas

Informasi Alergen

⚠️ Gluten
⚠️ Wijen

Cara Membuat

1

Aktifkan ragi: larutkan gula dalam air hangat, remas-remas ragi ke dalamnya, dan biarkan istirahat 10 menit sampai berbusa.

Tips: Jamur ragi "bangun" dan mulai memproduksi gas. Air yang terlalu panas membunuh mereka, yang dingin tidak akan mengaktifkannya.
2

Dalam mangkuk besar, campurkan tepung, garam, dan bubuk wasabi. Pastikan wasabi tercampur rata dengan tepung tanpa gumpalan.

Tips: Pencampuran bahan kering terlebih dahulu memastikan tidak ada satu gigitan yang terlalu banyak wasabi sementara yang lain tidak ada sama sekali.
3

Tuangkan air ragi yang berbusa dan 30 ml minyak zaitun ke dalam tepung. Uleni adonan sampai (sekitar 10 menit) halus dan elastis.

Tips: Minyak atsiri wasabi bisa mengiritasi mata jika Anda terlalu dekat dengan adonan saat menguleni, hati-hati!
4

Tutup adonan dan biarkan mengembang di tempat hangat selama 1 jam. Adonan siap jika volumenya menjadi dua kali lipat.

Tips: Selama pengembangan, kerangka gluten meregang karena karbon dioksida yang dihasilkan, ini membuat roti berongga.
5

Tuang adonan ke dalam loyang yang sudah diolesi minyak, dan tarik-tekan dengan tangan hingga mengisi bentuk loyang. Biarkan istirahat lagi selama 15 menit.

Tips: Adonan "stres" setelah ditarik (serat gluten menegang), istirahat akan membuatnya rileks.
6

Tekan bagian atas adonan dengan jari untuk membuat kawah kecil. Olesi dengan sisa minyak zaitun, dan taburi banyak biji wijen.

Tips: Minyak membantu biji wijen menempel pada adonan dan terpanggang tanpa hangus.
7

Panggang dalam oven yang sudah dipanaskan 200°C selama 20-25 menit sampai berwarna cokelat keemasan. Aroma wijen akan menandakan bahwa itu sudah matang.

Tips: Minyak yang keluar dari biji wijen yang dipanggang memberikan karakter kacang akhir pada focaccia.

FAQ Resep

Seberapa kuat rasa wasabinya?
Saat dipanggang, sebagian besar senyawa yang bertanggung jawab atas kepedasan wasabi menguap, jadi lebih banyak aromanya yang tersisa.
Bolehkah saya menggunakan pasta wasabi sebagai pengganti bubuk?
Ya, tetapi larutkan pasta dalam cairan (air), jangan dicampur ke tepung, agar terdistribusi merata.

Bahan

  • 20 g Ragi segar
  • 300 ml Air hangat (suam-suam kuku)
  • 1 sdt Gula
  • 30 ml Minyak zaitun (untuk adonan)
  • 500 g Tepung terigu
  • 10 g Garam
  • 1 sdt Bubuk wasabi
  • 50 g Biji wijen
  • 20 ml Minyak zaitun (untuk olesan)