Detroit Style Pizza

Pizza ini memulai perjalanan penaklukan dunianya dari benteng industri otomotif Amerika, Detroit. Legenda mengatakan bahwa loyang aslinya sebenarnya adalah wadah suku cadang baja biru yang digunakan di pabrik mobil, yang menghantarkan panas dengan sangat baik. Jiwa dari gaya ini adalah apa yang disebut 'frico': keju yang ditaburkan di antara adonan dan dinding loyang, yang terkaramelisasi saat dipanggang, membentuk bingkai berenda dan renyah di sekitar adonan yang lembut dan berongga. Saus secara tradisional tidak dituangkan di bawah keju, tetapi di atasnya, seringkali dalam dua jalur lebar, seperti cat mobil balap.
🕒 Persiapan 30 menit
🍳 Memasak 25 menit
Total Waktu 2 jam 10 menit
🍽️ Porsi 4 porsi
🔥 Kalori 680 kkal
🌍 Masakan Amerika

Bahan-bahan

Peralatan yang Dibutuhkan

  • Loyang persegi panjang dinding tinggi (sebaiknya logam) untuk mencapai bentuk khas
  • Mesin pengolah makanan (opsional) untuk menguleni
  • Timbangan digital untuk proporsi yang tepat
  • Kuas untuk mengoles minyak
  • Rak untuk mendinginkan

Informasi Alergen

⚠️ Gluten
⚠️ Susu

Cara Membuat

1

Timbang tepung ke dalam mangkuk, dan campurkan garam di dalamnya. Hancurkan ragi segar ke dalam air hangat, aduk hingga larut, lalu tuangkan ke tepung.

Tips: Jangan menaburkan garam langsung ke ragi, karena dapat menghambat kerjanya. Air harus hangat kuku, tidak panas. [Karena tekanan osmotik, garam dapat menarik air dari sel ragi.]
2

Mulai uleni adonan. Saat sudah menyatu, tuangkan 30 ml minyak zaitun, dan uleni lagi selama 8-10 menit, sampai permukaannya mengkilap dan halus, serta terlepas dari dinding wadah.

Tips: Minyak ditambahkan di akhir pengulenan agar tidak menghambat pembentukan kerangka gluten. [Lemak melapisi protein, mempersulit pembentukan jaringan gluten.]
3

Tutup mangkuk dengan kain bersih atau plastik, dan biarkan mengembang di tempat hangat dan bebas angin selama 60 menit, sampai volumenya menjadi dua kali lipat.

Tips: Angin mendinginkan adonan, yang memperlambat pengembangan. [Produksi karbon dioksida oleh ragi adalah reaksi yang bergantung pada suhu.]
4

Olesi loyang dengan sisa minyak zaitun secara berlimpah. Masukkan adonan yang sudah mengembang, dan tekan perlahan dengan jari-jari Anda ke sudut-sudut loyang.

Tips: Jika adonan membal dan tidak mau mengisi loyang, biarkan istirahat 10 menit, lalu lanjutkan. [Selama istirahat, serat gluten rileks, sehingga adonan menjadi lebih mudah dibentuk.]
5

Tutup loyang, dan kembangkan adonan lagi selama 30 menit di dalam loyang. Sementara itu, panaskan oven ke suhu setinggi mungkin (230-250°C).

Tips: Pengembangan kedua memberikan struktur akhir yang berongga pada adonan. [Gelembung gas yang terbentuk mengembangkan struktur adonan.]
6

Campurkan mozzarella parut dan cheddar. Taburkan keju di atas adonan sedemikian rupa sehingga mencapai dinding loyang dengan berlimpah – ini yang akan membentuk bingkai renyah.

Tips: Campuran dua jenis keju memastikan kelenturan dan rasa yang khas. [Kandungan lemak cheddar yang lebih tinggi membantu reaksi Maillard di pinggiran.]
7

Sendokkan saus tomat ke atas keju dalam dua atau tiga jalur memanjang. Taburi bagian atasnya dengan oregano kering.

Tips: Dengan menaruh saus di atas keju, adonan tidak menjadi basah. [Lapisan lemak membentuk penghalang hidrofobik antara adonan dan saus basah.]
8

Masukkan ke dalam oven panas, dan panggang selama 20-25 menit. Pizza siap jika keju di tengah mendidih bergelembung, dan pinggirannya berwarna cokelat keemasan tua, hampir membentuk lapisan karamel hitam di dinding loyang.

Tips: Jangan takut dengan pinggiran yang gelap, ini adalah ciri khas gayanya! [Karamelisasi laktosa dan protein memberikan rasa kaya umami.]
9

Keluarkam dari oven, dan dengan bantuan spatula segera angkat dari loyang ke rak. Biarkan dingin selama 5 menit sebelum dipotong.

Tips: Jika dibiarkan dingin di loyang, bagian bawah adonan akan kembali lunak karena uapnya sendiri. [Uap yang mengembun merusak tekstur renyah.]

FAQ Resep

Mengapa pinggirannya tidak kecokelatan?
Kemungkinan suhu tidak cukup tinggi, atau keju tidak menyentuh dinding loyang. Loyang logam menghantarkan panas lebih baik daripada keramik atau kaca.
Apa yang harus dilakukan jika adonan menyusut saat digiling?
Adonan sedang 'stres'. Biarkan istirahat selama 10-15 menit agar serat gluten rileks, lalu coba lagi.
Bagaimana cara memanaskannya kembali?
Di wajan, dengan api sedang, ditutup. Dengan begitu bagian bawahnya akan kembali renyah, dan bagian atasnya akan panas.

Bahan

  • 500 g Tepung roti (BL80) atau tepung serbaguna
  • 300 ml Air hangat (sekitar 30-35 derajat)
  • 15 g Ragi segar
  • 10 g Garam
  • 50 ml Minyak zaitun extra virgin
  • 300 ml Saus tomat kental
  • 200 g Keju Mozzarella berlemak (parut atau potong dadu)
  • 100 g Keju Cheddar (parut)
  • 1 sdt Oregano kering