- Mengapa omelet lengket?
- Entah wajannya tidak anti lengket, atau lemak di bawahnya kurang. Teflon yang tergores juga bisa menyebabkannya.
- Kapan saya harus memasukkan isian?
- Saat bagian bawah sudah padat, tetapi bagian atas masih seperti agar-agar. Jika terlalu cepat, isian akan tenggelam, jika terlalu lambat, tidak akan menempel dengan omelet.
Omelet Isi
Rahasia omelet yang baik adalah kontrol suhu. Putih telur mulai memadat sekitar 60-65°C. Jika wajan terlalu panas, telur menjadi seperti karet dan kering sebelum bagian tengahnya matang. Tujuannya adalah mencapai tekstur 'baveuse' (berlendir, creamy) di dalam, sementara di luar hanya kulit yang baru memadat yang menyatukan isian.
Bahan-bahan
Peralatan yang Dibutuhkan
- Wajan anti lengket (kritis!)
- Spatula silikon
- Pengocok telur
Informasi Alergen
Cara Membuat
Pecahkan telur ke dalam mangkuk, tambahkan susu, garam, lada, dan kocok hingga berbusa.
Lelehkan mentega di wajan dengan api sedang sampai mulai berbusa.
Tuangkan telur. Di setengah menit pertama, tarik pinggiran ke dalam dengan spatula, dan miringkan wajan agar bagian cair mengalir ke tempatnya.
Saat hampir padat sepenuhnya (tapi bagian atas masih mengkilap), taburkan isian (daging sapi asap, keju, paprika) di satu sisi.
Lipat bagian kosong ke atas bagian berisi, matikan api, dan biarkan di wajan selama setengah menit lagi.
FAQ Resep
Bahan
- 4 buah Telur (ukuran L)
- 2 sdm Susu atau krim
- 1 jumput Garam
- 1 jumput Lada
- 20 g Mentega
- 50 g Daging Sapi Asap (dadu)
- 30 g Keju parut
- 1 setengah Paprika (dadu)