- Bolehkah saya menggunakan kelinci ternak?
- Ya, daging kelinci ternak lebih putih dan rasanya kurang 'liar' dibandingkan kelinci liar, jadi sangat baik untuk pemula juga.
- Mengapa harus melubangi bagian atas adonan?
- Lubang (cerobong) membiarkan uap berlebih keluar. Jika tidak ada, uap akan memecahkan pai, atau membasahi adonan dari dalam.
Pai Kelinci dan Daun Bawang
Bahan-bahan
Peralatan yang Dibutuhkan
- Loyang pai keramik
- Wajan besar atau panci
- Kuas untuk mengoles
Informasi Alergen
Cara Membuat
Potong daging kelinci dadu 2-3 cm, bumbui dengan garam dan lada. Iris daun bawang, dan cuci bersih (tanah bisa bersembunyi di antara lapisan).
Dalam panci, panaskan separuh mentega, dan goreng daging kelinci hingga mendapat kerak cokelat keemasan. Angkat ke dalam mangkuk.
Pada sisa mentega, tumis bawang cincang, daun bawang, dan irisan wortel sampai daun bawang layu.
Taburi sayuran dengan tepung, aduk rata, lalu tuangkan kaldu. Masukkan daun salam dan thyme. Didihkan sampai saus mengental.
Masukkan kembali daging ke dalam saus, dan masak dengan api kecil selama 20 menit agar daging lunak. Kemudian keluarkan daun salam, dan DINGINKAN ragout.
Panaskan oven hingga 200°C. Isi loyang dengan ragout. Giling puff pastry, tutup loyang dengannya, tekan pinggirannya.
Olesi atasnya dengan telur kocok, dan panggang selama 25-30 menit sampai cokelat keemasan tua dan mengilap.
FAQ Resep
Bahan
- 600 g Daging kelinci (filet paha atau punggung)
- 2 batang Daun bawang (hanya bagian putih dan hijau muda)
- 1 buah Bawang merah
- 2 buah Wortel
- 60 g Mentega
- 2 sdm Tepung terigu
- 400 ml Kaldu ayam (atau kaldu sayuran)
- 1 sdm Thyme segar (daunnya)
- 1 buah Daun salam
- 1 sdt Garam
- 1 sdt Lada hitam
- 300 g Puff pastry
- 1 butir Telur (untuk olesan)