- Mengapa pahit?
- Airnya terlalu panas, atau kualitas bubuknya buruk. Matcha yang baik memiliki rasa nabati yang manis.
Teh Matcha
Matcha lebih dari sekadar teh: konsumsi daun teh secara keseluruhan. Daun yang ditanam di tempat teduh digiling di penggilingan batu menjadi bubuk halus, sehingga semua antioksidan dan kafein masuk ke dalam tubuh. Persiapan tradisional adalah meditasi: rasa minuman hijau zamrud yang dikocok hingga berbusa itu sekaligus pedas, manis, dan kaya umami.
Bahan-bahan
2
g
Bubuk Matcha (sekitar 1-2 sendok bambu)
70
ml
Air (maks. 80°C)
Daftar Belanja (0)
Peralatan yang Dibutuhkan
- Chasen (kuas bambu): Untuk membuat busa (atau pembuih susu kecil).
- Chawan (cangkir teh): Mangkuk bermulut lebar.
- Saringan: Untuk kebebasan dari gumpalan.
Cara Membuat
1
✓
Ayak bubuk matcha ke dalam cangkir.
Tips: Bubuk dapat saling menempel secara elektrostatis, pengayakan memecah ini agar tidak ada gumpalan pahit dalam minuman.
2
✓
Tuangkan sedikit air (sekitar 30 ml). Air tidak boleh mendidih, hanya sekitar 80°C!
Tips: Air panas membakar asam amino teh, dan membuat minuman menjadi pahit. (Pelarutan tanin).
3
✓
Dengan kuas bambu, aduk (busakan) teh dengan gerakan berbentuk W yang cepat, sampai terbentuk lapisan busa tebal di atasnya.
Tips: Busa mengunci aroma dan membuat tegukan menjadi lembut.
4
✓
Tuangkan sisa air (atau susu berbusa, jika membuat Matcha Latte), dan konsumsi segera.
Tips: Bubuk matcha tidak larut, hanya mengapung di air (suspensi), sehingga cepat mengendap.
FAQ Resep
Bahan
- 2 g Bubuk Matcha (sekitar 1-2 sendok bambu)
- 70 ml Air (maks. 80°C)