- Mengapa waffle jadi lunak?
- Kemungkinan jamur tidak dimasak cukup kering, dan air yang tersisa berubah menjadi uap yang melunakkan adonan.
- Bisa dibekukan?
- Ya, setelah dibekukan dan dipanaskan kembali di pemanggang roti, hampir sama seperti baru.
Waffle jamur
Bahan-bahan
Peralatan yang Dibutuhkan
- Cetakan waffle (sebaiknya berdaya tinggi)
- Wajan untuk menumis jamur
- Mangkuk adonan
- Pengocok telur (Whisk)
- Spatula silikon
- Rak kawat untuk pendinginan
Informasi Alergen
Cara Membuat
Bersihkan jamur (jangan dicuci, cukup dilap), dan potong dadu sangat kecil. Panaskan sedikit minyak di wajan, dan tumis jamur dengan api sedang sampai semua airnya menguap, dan berwarna cokelat keemasan serta harum. Angkat dari api dan biarkan dingin sepenuhnya.
Ayak tepung dan baking powder ke dalam mangkuk besar, lalu campurkan garam dan lada.
Di mangkuk lain, kocok telur dengan susu dan mentega leleh yang sudah suam-suam kuku. Kemudian masukkan jamur dingin dan keju parut.
Tuangkan campuran cair ke mangkuk tepung, dan aduk dengan spatula atau sendok kayu hanya sampai tepung tercampur rata. Tidak masalah jika sedikit menggumpal!
Panaskan cetakan waffle. Jika lampu indikator menunjukkan sudah panas, olesi tipis dengan minyak atau mentega.
Sendokkan adonan ke tengah cetakan, tutup, dan panggang 4-5 menit. Matang jika mesin tidak lagi mengeluarkan uap secara intens, dan waffle berwarna cokelat keemasan.
Angkat waffle matang ke rak kawat untuk didinginkan, jangan ditumpuk, jika tidak uapnya akan membuatnya kembali lunak.
Sajikan segar, dengan krim asam atau telur mata sapi di atasnya.
FAQ Resep
Bahan
- 200 g Tepung terigu
- 250 ml Susu (3.5%)
- 2 butir Telur (ukuran M)
- 150 g Jamur kancing
- 60 g Mentega (leleh, untuk adonan)
- 1 sdm Minyak (untuk menumis jamur)
- 1 sdt Baking powder
- 1 jumput Garam
- 1 jumput Lada hitam bubuk
- 50 g Keju parut (misal Gouda)