Waffle jamur

Waffle gurih ini adalah permata tersembunyi dari dapur bistro Prancis, di mana rasa jamur yang 'bumi' bertemu dengan tekstur renyah waffle. Rahasianya terletak pada penumisan jamur yang menyeluruh: jika Anda sabar dan membiarkan jamur kehilangan semua airnya dan terkaramelisasi, rasanya menjadi terkonsentrasi, dan adonan waffle tidak menjadi lembek, tetapi tetap ringan dan berongga.
🕒 Persiapan 20 menit
🍳 Memasak 20 menit
Total Waktu 40 menit
🍽️ Porsi 4 porsi
🔥 Kalori 385 kkal
🌍 Masakan Prancis

Bahan-bahan

Peralatan yang Dibutuhkan

  • Cetakan waffle (sebaiknya berdaya tinggi)
  • Wajan untuk menumis jamur
  • Mangkuk adonan
  • Pengocok telur (Whisk)
  • Spatula silikon
  • Rak kawat untuk pendinginan

Informasi Alergen

⚠️ Gluten
⚠️ Susu
⚠️ Telur

Cara Membuat

1

Bersihkan jamur (jangan dicuci, cukup dilap), dan potong dadu sangat kecil. Panaskan sedikit minyak di wajan, dan tumis jamur dengan api sedang sampai semua airnya menguap, dan berwarna cokelat keemasan serta harum. Angkat dari api dan biarkan dingin sepenuhnya.

Tips: Jamur harus dimasak sampai 'menangis', artinya biarkan airnya keluar lalu tumis kembali dengan lemaknya sendiri. Jika masih berair, bagian dalam waffle akan terasa mentah. (Dehidrasi dan Reaksi Maillard).
2

Ayak tepung dan baking powder ke dalam mangkuk besar, lalu campurkan garam dan lada.

Tips: Pengayakan melonggarkan butiran tepung, sehingga struktur adonan lebih berongga, dan menghindari gumpalan baking powder yang pahit.
3

Di mangkuk lain, kocok telur dengan susu dan mentega leleh yang sudah suam-suam kuku. Kemudian masukkan jamur dingin dan keju parut.

Tips: Mentega tidak boleh panas karena bisa mematangkan telur (jadi telur orak-arik). Lemak melapisi butiran tepung, membuat adonan menjadi renyah.
4

Tuangkan campuran cair ke mangkuk tepung, dan aduk dengan spatula atau sendok kayu hanya sampai tepung tercampur rata. Tidak masalah jika sedikit menggumpal!

Tips: Jangan overmix! Jika diaduk terlalu lama, adonan menjadi elastis, dan waffle akan keras seperti karet setelah dipanggang (Pembentukan gluten).
5

Panaskan cetakan waffle. Jika lampu indikator menunjukkan sudah panas, olesi tipis dengan minyak atau mentega.

Tips: Permukaan panas segera memanggang kulit adonan, yang mengunci uap, sehingga waffle menjadi tinggi.
6

Sendokkan adonan ke tengah cetakan, tutup, dan panggang 4-5 menit. Matang jika mesin tidak lagi mengeluarkan uap secara intens, dan waffle berwarna cokelat keemasan.

Tips: Keluarnya uap menandakan adonan sudah matang dan kelembapan berlebih telah menguap.
7

Angkat waffle matang ke rak kawat untuk didinginkan, jangan ditumpuk, jika tidak uapnya akan membuatnya kembali lunak.

Tips: Rak kawat memungkinkan udara mengalir di bawahnya, sehingga menjaga kerenyahan (Menghindari kondensasi).
8

Sajikan segar, dengan krim asam atau telur mata sapi di atasnya.

Tips: Waffle gurih adalah dasar yang sangat baik untuk sandwich.

FAQ Resep

Mengapa waffle jadi lunak?
Kemungkinan jamur tidak dimasak cukup kering, dan air yang tersisa berubah menjadi uap yang melunakkan adonan.
Bisa dibekukan?
Ya, setelah dibekukan dan dipanaskan kembali di pemanggang roti, hampir sama seperti baru.

Bahan

  • 200 g Tepung terigu
  • 250 ml Susu (3.5%)
  • 2 butir Telur (ukuran M)
  • 150 g Jamur kancing
  • 60 g Mentega (leleh, untuk adonan)
  • 1 sdm Minyak (untuk menumis jamur)
  • 1 sdt Baking powder
  • 1 jumput Garam
  • 1 jumput Lada hitam bubuk
  • 50 g Keju parut (misal Gouda)