Buddha bowl labu kuning

Inti dari Buddha bowl adalah kelimpahan dan keseimbangan: piring ditumpuk tinggi, seperti perut Buddha. Secara nutrisi, ini mengikuti prinsip 'pelengkapan': biji-bijian (quinoa) dan polong-polongan (kacang arab) bersama-sama membentuk protein lengkap, semuanya dilengkapi dengan sayuran berwarna-warni.
🕒 Persiapan 15 menit
🍳 Memasak 30 menit
Total Waktu 45 menit
🍽️ Porsi 4 porsi
🔥 Kalori 550 kkal
🌍 Masakan Internasional

Bahan-bahan

Peralatan yang Dibutuhkan

  • Loyang
  • Kertas roti
  • Panci untuk quinoa

Cara Membuat

1

Panaskan oven hingga 200°C. Potong dadu labu, keringkan kacang arab. Aduk dengan minyak, jintan, paprika, dan garam.

Tips: Suhu tinggi dan konveksi membantu penguapan air dan pencoklatan (reaksi Maillard).
2

Sebarkan di loyang beralas kertas roti, dan panggang 25-30 menit sampai labu lunak, kacang arab renyah.

Tips: Jangan menumpuk satu sama lain, karena akan terkukus.
3

Sementara itu, cuci bersih quinoa di saringan dengan air panas, lalu masak dalam air asin dengan jumlah dua kali lipat selama sekitar 15 menit. Biarkan tertutup selama 5 menit.

Tips: Selama istirahat, biji menyerap sisa uap dan menjadi lebih pera.
4

Susun mangkuk: tumpuk quinoa di dasar, di atasnya sayuran panggang dan irisan alpukat.

Tips: Permainan tekstur (alpukat lembut, labu lunak, kacang arab renyah) membuatnya menarik.

FAQ Resep

Kacang arab tidak renyah.
Kemungkinan masih basah. Setelah dicuci, keringkan sepenuhnya dengan tisu dapur sebelum dipanggang, dan jangan menjejali loyang agar uap bisa keluar.
Quinoa pahit.
Anda tidak mencucinya dengan cukup. Biji quinoa dilindungi lapisan saponin (penolak serangga alami), yang harus dibilas bersih dengan air panas sebelum dimasak.

Bahan

  • 500 g Labu Kuning (Butternut atau labu manis)
  • 200 g Quinoa (kering)
  • 400 g Kacang arab kaleng (tiriskan)
  • 1 buah Alpukat
  • 3 sdm Minyak zaitun
  • 1 sdt Jintan
  • 1 sdt Paprika bubuk
  • 1 jumput Garam