Focaccia Gurita dan Peterseli

Focaccia ini membangkitkan suasana desa pantai Italia, di mana tangkapan nelayan sering kali berakhir di atas roti yang baru dipanggang. Daging gurita menjadi selembut mentega dan agak manis setelah direbus, yang sangat cocok dengan adonan focaccia yang asin dan berminyak zaitun. Peterseli segar tidak hanya memberikan warna, tetapi juga semacam kesegaran herbal pada adonan yang lebih berat. Rahasianya adalah kesabaran: baik saat mengembangkan adonan maupun saat merebus gurita, waktu harus diberikan agar rasa dan tekstur terbentuk.
🕒 Persiapan 30 menit
🍳 Memasak 1 jam
Total Waktu 2 jam 30 menit
🍽️ Porsi 8 porsi
🔥 Kalori 280 kkal
🌍 Masakan Italia

Bahan-bahan

Peralatan yang Dibutuhkan

  • Mangkuk adonan besar
  • Loyang (sekitar 30x40 cm)
  • Panci untuk merebus gurita
  • Pisau tajam

Informasi Alergen

⚠️ Gluten
⚠️ Moluska

Cara Membuat

1

Rebus gurita dalam panci dengan banyak air. Rebus dengan api kecil sekitar 40-50 menit hingga dagingnya lunak (periksa dengan garpu). Jika sudah, tiriskan dan biarkan dingin.

Tips: Perebusan lambat memecah kolagen yang menyatukan serat otot gurita, sehingga menjadi empuk (gelatinisasi).
2

Sementara itu, siapkan adonan: larutkan gula dalam air hangat dan remas ragi ke dalamnya. Diamkan 5-10 menit hingga bagian atasnya mulai berbusa.

Tips: Gula memberi makanan pada jamur ragi, sehingga perkembangbiakannya dimulai lebih cepat (fermentasi).
3

Campur tepung dengan garam dalam mangkuk, lalu tuangkan air ragi dan 30 ml minyak zaitun. Uleni adonan selama 10-15 menit hingga permukaannya halus dan elastis.

Tips: Selama pengulenan terbentuk kerangka gluten yang akan mampu menahan gelembung gas saat pengembangan.
4

Letakkan adonan dalam mangkuk yang diolesi minyak, tutup dengan kain dapur, dan biarkan mengembang di tempat hangat sekitar 60 menit hingga ukurannya menjadi dua kali lipat.

Tips: Lingkungan hangat dan bebas angin sangat penting untuk fungsi optimal ragi.
5

Potong gurita yang sudah matang dan dingin menjadi potongan 1-2 cm. Cuci peterseli dan cincang kasar.

Tips: Jangan potong gurita terlalu kecil agar potongannya tetap terasa setelah dipanggang.
6

Tuang adonan yang sudah mengembang ke loyang yang dialasi kertas roti. Tarik-tarik dengan tangan berminyak dan tekan-tekan dengan jari agar terbentuk lekukan kecil.

Tips: Di lekukan ini minyak zaitun akan berkumpul, yang membuat adonan menjadi renyah saat dipanggang.
7

Tekan potongan gurita ke dalam lekukan adonan, taburi dengan peterseli, dan perciki dengan sisa minyak zaitun.

Tips: Jika topping ditekan ke dalam, mereka akan menyatu dengan adonan dan tidak jatuh saat dimakan.
8

Panggang dalam oven yang sudah dipanaskan 200°C selama 20-25 menit, hingga pinggiran dan atasnya berwarna cokelat keemasan. Biarkan dingin di rak kawat.

Tips: Pendinginan di rak mencegah bagian bawah adonan menjadi lembek kembali karena uap yang mengembun.

FAQ Resep

Mengapa gurita menjadi alot?
Kamu tidak merebus gurita cukup lama. Harus direbus perlahan dengan api kecil hingga lunak, ini bisa memakan waktu 40-60 menit.
Mengapa adonan tidak mengembang?
Mungkin raginya sudah lama, atau airnya terlalu panas yang mematikan jamur ragi. Air harus hangat kuku.
Bisakah saya menggunakan gurita kalengan?
Ya, bisa dibuat dengan gurita kalengan berkualitas baik dalam minyak, sehingga kamu menghemat waktu perebusan.

Bahan

  • 500 g Tepung terigu (protein tinggi atau tepung pizza)
  • 300 ml Air hangat kuku
  • 20 g Ragi segar
  • 1 sdt Gula pasir
  • 50 ml Minyak zaitun extra virgin (untuk adonan dan olesan)
  • 10 g Garam
  • 200 g Gurita mentah (atau siap olah)
  • 1 ikat Peterseli segar