Mont Let Pouk

Manisan Asia Tenggara yang istimewa ini adalah pertemuan tepung beras dan tapioka. Inti dari 'Mont Let Pouk' adalah tekstur elastis dan kenyal (yang disebut 'tekstur Q' dalam masakan Asia), yang dimungkinkan oleh pengukusan. Rasa karamel yang dalam dari gula aren dan kesegaran kelapa menyulap suasana tropis di piring.
🕒 Persiapan 35 menit
🍳 Memasak 15 menit
Total Waktu 50 menit
🍽️ Porsi 6 porsi
🔥 Kalori 320 kkal
🌍 Masakan Burma (Myanmar)

Bahan-bahan

Peralatan yang Dibutuhkan

  • Panci kukusan (bambu atau logam)
  • Daun pisang atau kertas roti

Informasi Alergen

⚠️ Kelapa

Cara Membuat

1

Masak sirup dari air dan gula aren. Biarkan benar-benar dingin.

Tips: Jika dimasukkan panas ke tepung, pati akan 'menjadi lem' (pre-cooking), dan adonan akan menggumpal.
2

Campurkan bahan kering (tepung, garam).

Tips: Tepung beras memberikan tubuh, tapioka memberikan elastisitas.
3

Tambahkan santan dan sirup dingin. Aduk hingga bebas gumpalan.

Tips: Anda harus mendapatkan massa sekental adonan pancake.
4

Istirahatkan adonan selama 30 menit.

Tips: Selama waktu ini butiran beras menyerap kelembapan, sehingga hasil akhirnya tidak terasa 'bertepung'.
5

Potong daun pisang (atau kertas roti) menjadi lingkaran, lapisi kukusan dengannya, dan olesi sedikit minyak. Sendokkan adonan ke atasnya.

Tips: Minyak penting, jika tidak adonan beras lengket tidak akan pernah lepas.
6

Kukus selama 15 menit, hingga adonan menjadi transparan dan memadat.

Tips: Pengukusan adalah perlakuan panas lembut, yang menjaga kelembapan adonan.
7

Selagi masih hangat taburi dengan kelapa parut segar.

Tips: Kerenyahan kelapa menyeimbangkan adonan lembut dengan sangat baik.

FAQ Resep

Mengapa menjadi terlalu keras?
Anda menggunakan terlalu banyak tepung beras, atau terlalu lama dimasak. Tapioka memberikan elastisitas.

Bahan

  • 200 g Tepung beras
  • 50 g Tepung tapioka
  • 200 ml Santan
  • 100 g Gula aren (atau gula merah)
  • 100 ml Air
  • 1 jumput Garam
  • 50 g Kelapa parut segar
  • 2 buah Daun pisang (untuk alas)